Asal : a. Asli
b. Asing
Sifat : a. Produktif
b. Non produktif
Proses : Contoh : - Budaya + wan = Budayawan
- Sejarah + wan = Sejarawan
Bahasa Indonesia masih berumur 85 tahun sejak dihitung dari sumpah pemuda hingga kini ( 2013 ).
Pe-an = konfiks ( tidak bisa dipisah ). Contoh : Pedalaman ( menyatu ).
Memper-kan = Gabungan imbuhan ( bisa dipisah ). Contoh : Memperhatikan.
Me- = prefiks / awalan sifat = -if. Contoh : Konstruktif
-an = sufiks / akhiran sifat = -iah. Contoh : Bathiniah
el = infiks / sisipan bersangkut paut = -isasi. Contoh : Komunikasi
sifat asing = -is. Contoh : Pancasilais bahan = -isme. Contoh : liberalisme
Keterangan : Imbuhan Me- hingga el merupakan imbuhan asli.
Imbuhan -is hingga -isme merupakan imbuhan asing.
Produktif yaitu imbuhan yang bisa melekat pada banyak kata, seperti imbuhan -wan dan -wati.
Non produktif ( kebalikan dari produktif ), seperti imbuhan -man.
Contoh imbuhan -man, -wan dan -wati :
a. -wan : Usahawan, budayawan, relawan
b. -wati : Santriwati, wisudawati, karyawati
c. -man : Seniman dan budiman
Ilmuwan atau Ilmiawan ?
Yang benar adalah ilmuwan. Karena, jika ilmiawan terdapat 2 imbuhan asing yaitu -iah dan -wan.
Makna imbuhan ada 5, yaitu :
1. Pekerjaan. Contoh : Pabrik sepatu itu memberikan cuti pada karyawan dan karyawati.
2. Sifat. Contoh : Korban gempa Aceh menunggu kedatangan relawan kesana.
3. Ahli. Contoh : Dua olahragawan mendapat penghargaan dari pemerintah.
4. Memiliki. Contoh : Dia adalah seorang jutawan.
5. Yang di. Contoh : Wisudawan.